Jemput Anak ke Sekolah, Rumah di Wonokerto Pekalongan Malah Dilalap Api
PROBER – Pekalongan – Niat menjemput anak ke sekolah berubah menjadi kepanikan. Sebuah rumah warga di Dukuh Ketepeng, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, ludes terbakar, Kamis (3/9/2026) pagi.
Rumah milik Wasriah (40) tersebut terbakar saat ditinggal pemiliknya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun bangunan rumah beserta isinya hangus terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelum meninggalkan rumah, Wasriah sempat memasak air menggunakan kompor tungku kayu. Ia mengira api pada tungku tersebut sudah benar-benar padam ketika berangkat menjemput anaknya.
Namun, saat rumah dalam keadaan kosong, api justru berkobar.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Kamilia (41), warga yang saat itu sedang menjahit di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi.
Kamilia mendengar suara letupan beruntun dari arah rumah korban. Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari anak-anak yang sedang bermain mercon.
Karena suara letupan terdengar semakin keras dan dekat, Kamilia keluar rumah untuk memastikan. Betapa kagetnya ia ketika melihat kobaran api sudah membesar dari dalam rumah korban.
"Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan hingga warga sekitar berdatangan," kata Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H., saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026) siang.
Warga yang berdatangan langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Petugas Damkar dan Polsek Wiradesa juga segera dihubungi untuk membantu penanganan.
Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam seluruhnya sekitar pukul 11.20 WIB.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Iptu Suwarti membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Polsek Wiradesa menerima laporan musibah kebakaran rumah di Desa Rowoyoso, Wonokerto. Personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan mengamankan lokasi," ujarnya.
Dari hasil penanganan awal, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh kompor tungku kayu yang ditinggalkan dalam kondisi api belum sepenuhnya padam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, korban harus menanggung kerugian cukup besar karena rumah beserta barang-barang di dalamnya terbakar.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele sumber api di dalam rumah.
Sebelum meninggalkan rumah, warga diminta memastikan kompor, tungku kayu, lilin, maupun peralatan listrik benar-benar dalam kondisi aman.
Kewaspadaan beberapa menit sebelum meninggalkan rumah dapat mencegah kebakaran dan kerugian yang jauh lebih besar. (ozy)
Related Articles