PMII Kabupaten Pekalongan Gelar Aksi dan Dialog Terbuka, Soroti Isu Nasional hingga Infrastruktur Daerah

Terkini 18 Jun 2026 09:51 3 min read 13 views By M.Saifudin

Share berita ini

PMII Kabupaten Pekalongan Gelar Aksi dan Dialog Terbuka, Soroti Isu Nasional hingga Infrastruktur Daerah
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan.

KAJEN | PROBER.MY.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk audiensi terbuka tersebut menjadi ajang dialog antara mahasiswa dengan unsur pemerintah daerah dan Forkopimda.

 

Aksi diawali dengan longmarch dari kawasan Makam Pahlawan menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Dengan membawa berbagai tuntutan dan aspirasi, para mahasiswa menyampaikan pandangan mereka terkait sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

 

Koordinator lapangan aksi, Wisnu Akbar, mengatakan bahwa mahasiswa hadir sebagai representasi suara masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan harapan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

 

Dalam penyampaiannya, PMII menyoroti sejumlah kebijakan nasional, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga isu tata kelola pemerintahan dan penegakan demokrasi.

 

Selain itu, mahasiswa juga mengangkat berbagai persoalan lokal yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Pekalongan. Beberapa di antaranya meliputi kerusakan infrastruktur jalan, persoalan lingkungan hidup, aktivitas pertambangan atau galian ilegal, serta efektivitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, yang hadir dalam audiensi tersebut menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam mengawal pembangunan merupakan bagian penting dari proses demokrasi " Kami mengapresiasi sahabat-sahabat PMII yang telah menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tertib. Masukan yang disampaikan tentu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

 

Sukirman menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti persoalan yang menjadi kewenangan daerah, sementara isu yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat akan diteruskan kepada instansi terkait agar dapat memperoleh perhatian lebih lanjut.

 

Terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan ambles di wilayah Pantianom, Kecamatan Bojong, yang menjadi salah satu tuntutan mahasiswa, Sukirman memastikan bahwa penanganannya telah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

 

“Perbaikan jalan Pantianom sudah menjadi bagian dari program pemerintah daerah dan telah dianggarkan untuk dilakukan penanganan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menilai aksi mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan daerah. Ia menegaskan bahwa DPRD siap mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

 

Menurutnya, komunikasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat perlu terus dibangun agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif. Audiensi yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut berjalan aman, tertib, dan mendapat pengawalan dari jajaran kepolisian. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga iklim demokrasi yang sehat serta memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik.

PROBER