Balita 2 Tahun di Wiradesa Ditemukan Meninggal di Kubangan Air Limbah, Sempat Dicari Keluarga Berjam-jam

POLITIK & HUKUM 01 Jul 2026 09:36 2 min read 63 views By M. Saifudin

Share berita ini

Balita 2 Tahun di Wiradesa Ditemukan Meninggal di Kubangan Air Limbah, Sempat Dicari Keluarga Berjam-jam
Ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah kubangan air limbah rumah tangga.

PEKALONGAN | PROBER.MY.ID – Seorang balita berusia dua tahun di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah kubangan air limbah rumah tangga, Selasa (30/6/2026) petang.

 

Korban berinisial RAS (2) sebelumnya sempat dinyatakan hilang. Keluarga bersama warga sekitar telah berupaya mencari korban selama beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat keluar rumah untuk bermain seorang diri sekitar pukul 11.30 WIB. Namun hingga siang hari korban tak kunjung kembali, sehingga keluarga meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal.

 

Sekitar pukul 17.30 WIB, seorang warga yang baru pulang mengaji melihat pakaian mengapung di sebuah kubangan di belakang rumah. Karena curiga, saksi mencoba menarik pakaian tersebut menggunakan sebatang kayu. Saat itulah terlihat kaki seorang anak kecil di dalam kubangan.

 

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan. Korban kemudian dievakuasi, namun nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan.

 

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Wiradesa bersama Unit Reskrim segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto, S.H., M.H., mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan lokasi kejadian merupakan kubangan pembuangan air limbah rumah tangga berukuran sekitar 1 x 2 meter dengan kedalaman kurang lebih satu meter.

 

"Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini diduga murni merupakan musibah akibat tenggelam," ujarnya.

 

Kapolsek menambahkan, pihak keluarga juga menyampaikan tidak menemukan luka maupun tanda kekerasan saat memandikan jenazah korban.

 

Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita, agar tidak bermain sendiri di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh orang tua agar selalu memastikan anak-anak berada dalam pengawasan, terutama saat bermain di lingkungan sekitar rumah yang memiliki risiko kecelakaan.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles